Memiliki 1 orang sahabat sejati akan lebih berarti jika dibandingkan memiliki 1000 orang teman yang mementingkan dirinya sendiri

Tuhan Yesus Baik

Tuhan Yesus Baik

Minggu, 25 November 2012

Mengenai Penyakit Bersilat Kata Dan Mengenai Cinta Uang

1 Timotius 6:2b-10
Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus-dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan Ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira Ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. Memang Ibadah itu kalau di sertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakaan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Beberapa contoh kasus karena cinta uang:
- Karena cinta uang, suami rela meninggalkan keluarga. Bisnis bagus tapi keluarga hancur jadi malapetaka
- Karena cinta uang, seorang gadis rela menjual tubuhnya kepada pria hidung belang. Kegadisan menjadi tidak ada artinya lagi.
- Karena cinta uang, seorang karyawan berani untuk menipu rekanannya. Contohnya bisa kita lihat dari Melinda dee.
- Karena cinta uang, banyak oknum penegak hukum (Polisi, Jaksa dan Hakim) berani kongkalikong kasus dengan para penjahat. Siapa berani bayar lebih besar dia bebas.
- Karena cinta uang, ada beberapa oknum PNS yang bekerja hanya untuk membuat proyek ‘aspal’. Buat proyek fiktif supaya uang turun.
- Karena cinta uang, orang-orang yang mengaku wakil rakyat bisa memanipulasi anggaran Negara untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
- Karena cinta uang, orang bisa tidak mau peduli atau mengabaikan sesama yang miskin dan menderita. Tidak ada lagi rasa kemanusiaan.
- Karena cinta uang, banyak manusia yang menutup pintu hati mereka terhadap kemurahan dan belas-kasihan. Mereka bisa dibayar untuk melakukan kekerasan.
- Karena cinta uang, banyak orang lebih cenderung menjadikan sesamanya sebagai obyek untuk dimanipulasi atau dieksploitasi. Sesamanya bisa berarti orangtuanya, saudaranya bahkan pasangannya sendiri.

Intinya adalah karena cinta uang, orang berani menghalalkan segala macam cara untuk meperoleh kekayaan, dan hidup untuk memuaskan hawa nafsunya saja. Uang memiliki potensi menghancurkan hidup seseorang, sehingga kalau kita tidak waspada dan berjaga-jaga maka uang itu akan membuat kita mengabdi padanya.
Pernahkah kita mengevaluasi diri apakah kita termasuk dalam kategori orang yang cinta uang? . Biasanya,kita langsung beranggapan bahwa orang yang cinta uang itu adalah para penjahat yang mendapatkan uang secara tidak halal atau beranggapan bahwa orang-orang yang menghalalkan segala cara demi uang itulah yang masuk dalam golongan orang yang cinta uang. Orang merasa diri sudah “baik“ karena ia tidak melakukan seperti yang dilakukan para penjahat tersebut. Untuk tahu apakah kita cinta uang atau tidak tinggal lihat seberapa banyak kita biasa memberi. Orang cinta uang tidak terpikir untuk memberikan apa yang ia miliki pada orang lain meski ia hidup berkelimpahan. Nah jadi sekarang, apakah kita masuk golongan seorang yang cinta uang? 

Renungkanlah :
Uang dapat membeli teman, tetapi tidak dapat membeli kasih sayang.
Uang dapat membeli sebuah tempat tidur, tetapi tidak dapat membeli “tidur”.
Uang dapat membeli buku, tetapi tidak dapat membeli kepandaian.
Uang dapat membeli obat, tetapi tidak dapat membeli kesehatan.
Uang tidak dapat membeli rumah, tetapi tidak dapat membeli “home”.
Uang dapat membeli agama, tetapi tidak dapat membeli surga.
Uang dapat membeli kemewahan, tetapi tidak dapat membeli kebahagiaan.
Renungkan dan pikirkan maksud dari ayat itu kawan.
GBU all :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar